"Salib Hari Ini: Membaca Penderitaan Kristus Dalam Terang Kecerdasan Buatan Dan Krisis Ekologis" karya Frater Fransiskus Ajai menghadirkan permenungan mendalam tentang bagaimana penderitaan Kristus terus berevolusi di tengah lanskap modern yang dipenuhi ancaman kerusakan lingkungan dan pesatnya teknologi.

​Menyambut Hari Raya St. Paulus dari Salib—sang santo yang mendedikasikan hidupnya untuk merenungkan serta membagikan cinta Kasih Allah melalui Wafat Kristus—buku ini mengajak kita memperluas makna sengsara Yesus di abad ke-21. Salib tidak lagi sekadar simbol kayu di Golgota, melainkan hadir dalam jeritan bumi yang terluka akibat krisis iklim serta alienasi jiwa manusia di tengah dominasi Kecerdasan Buatan (AI).

​Melalui refleksi ini, Frater Fransiskus Ajai menantang kita untuk menemukan harapan dan panggilan iman yang baru:

​Salib dalam Krisis Ekologis: Kristus kembali menderita dalam bumi yang dieksploitasi, mendorong kita menjadikan pertobatan ekologis sebagai wujud nyata pengorbanan dan kasih.

​Salib di Era AI: Di tengah kecanggihan algoritma yang berisiko mengikis rasa empati dan kemanusiaan, penderitaan Kristus mengingatkan kita akan nilai luhur jiwa, belas kasih, dan perjumpaan otentik antarmanusia.

​Warisan St. Paulus dari Salib: Meneladani semangat St. Paulus dari Salib untuk melihat luka-luka Kristus yang terwujud nyata dalam luka-luka dunia modern saat ini.

​Sebuah karya reflektif yang relevan untuk menuntun kita menjadi saksi kasih yang memulihkan di tengah zaman yang terus berubah.