Tentang Paroki
Mengenal lebih dekat Paroki Menyumbung, Desa Menyumbung, Kecamatan Hulu Sungai
Sejarah Paroki Menyumbung
Kunjungan awal para misionaris ke daerah Menyumbung diperkirakan pada tahun 1936. Dalam catatan Pastor Leo de Jong, seorang misionaris Kapusin yang pernah ditahan Jepang di Kuching tahun 1942, pada 2 November – 29 Desember 1936 P. David melakukan perjalanan dari Sintang sepanjang Hulu Pinoh, Hulu Pawan, Menyebrang Hulu Matan dan kemudian sepanjang Hulu Laur dan Sekadau, kemudian kembali ke Sanggau dan Sintang.
Pada tahun 1939 Pastor Gerardus melakukan perjalanan ke daerah Simpang. Setelah itu ia mengunjungi wilayah Sekukun di Sungai Bihak dan Menyumbung di aliran Sungai Krio. Sehabis melakukan perjalanan itu Pastor Gerardus menderita sakit tifus yang berat dan hampir meninggal.
Setelah daerah misi Ketapang diambil alih oleh misi Pasionis tahun 1946 dan mereka mulai membuka basis misi di Randau tahun 1948, Menyumbung secara rutin dikunjungi oleh pastor Plechelmus Dullaert, CP yang waktu itu mulai menetap di Randau. Pastor berikutnya yang pernah berkunjung ke Menyumbung adalah P. Augustinus Dullaert, CP dan Pastor Canisius Pijnappels, CP yang pernah tinggal di Randau dari tahun 1949 – 1954. Demikian juga P. Laurentius Puts, CP yang pernah bertugas di Randau Tahun 1949-1952, P. Raymundus de Groot, CP yang bertugas dari tahun 1952 – 1959, P. Edward Corbey, CP (1953 – 1960) dan P. Theopile Seesing, CP (1958-1961).
Dalam buku Catatan Pater Bernardinus Knippenberg, CP dicatat beberapa Pastor yang pernah mengunjungi Menyumbung yaitu P. Canisius (September 1948, November 1956, Mei 1960), P. Bernardinus (Februari 1949), P. Rafael Kleyne, CP (April 1951).
Pada 28 Agustus 1955 seorang gadis asal Menyumbung diterima sebagai calon Suster Agustinus. Gadis tersebut bernama Marsia Tembaga. Tiga rekannya yang juga diterima sebagai calon suster adalah Florentina Dondot dari Sekukun, Marsia Enjol dan Yulia Yoka, keduanya dari Randau. Setelah menjadi suster Marsia Tembaga menjadi Sr. Theresia Tembaga, OSA.
Pada tanggal 12 Juni 1962 Paroki Salib Suci Menyumbung secara resmi berdiri. Pastor Paroki yang pertama bertugas di sana adalah P. Theopile Seesing, CP yang sebelumnya bertugas di Randau dan sering berkunjung ke daerah ini. Pastor Theopile bertugas di Paroki ini selama 24 tahun dari tahun 1961 – 1985. Pada masa P. Theopile menjadi Pastor Paroki di Menyumbung ini pulalah didirikan SD Usaba Menyumbung di bawah naungan Yayasan Usaba yang didirikan pada tahun 1953. Belakangan SD ini diserahkan pengelolaaannya kepada Suster OSA pada 9 Januari 1979. Setelah dikelola suster OSA SD ini menjadi SD St. Augustinus Menyumbung.
Pada bulan Maret 1966 P. Theopile membawa motor GUNUNG KUAT ke Menyumbung. Motor alumunium dengan outboard 15 PK hadiah dari paroki Monford. Motor air inilah yang menjadi andalan P. Theopile untuk transportasi pulang pergi dari Ketapang - Sandai - Menyumbung.
Pada 16 Januari 1974 Kontrak pembangunan biara Suster Menyumbung ditandatangani oleh A Heng, seorang pemborong asal Siduk. Pada bulan Juni 1974 biara ini mulai dibangun oleh Frans Ampur. Pada bulan Februari 1975 ketika diadakan peninjauan oleh Pimpinan OSA (Sr. Maria Paulo) pembangunan hampir selesai. Bangunan ini dinilai cukup baik, pondasinya cukup kuat. Peresmian Biara Suster OSA ini dilakukan pada bulan Mei 1975. Kemudian pada bulan Juni 1975 diresmikan pula Poliklinik Ria Rantai di Menyumbung.
Paroki yang terdiri dari 14 stasi ini memiliki umat lebih dari 11.000 jiwa. Dari paroki ini telah muncul putra putri terbaik yang telah memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan menggereja. Sebut saja misalnya A.R. Mecer (mantan anggota MPR RI, pendiri Yayasan Pancur Kasih dan Bapak CU Indonesia), Syaikun Riyadi, (mantan Kepala PU Ketapang), Silvia Sayu (dosen Untan), Guru Madju dan Maria Magdalena Lili (mantan anggota DPRD Kabupaten Ketapang).
Arah dan Tujuan Paroki
Visi
"Umat Allah Keuskupan Ketapang bercita-cita untuk menjadi: Persaudaraan murid-murid Yesus Kristus yang semakin tangguh dalam beriman dan dalam pelayanan kasih."
Misi (Perutusan)
Cita-cita (visi) hendak dicapai dengan:
- 01Membina kader iman.
- 02Mengajarkan iman pada umat.
- 03Melaksanakan pelayanan kasih kepada yang menderita: kecil, lemah, menderita, tersingkir, dan difabel.
- 04Melaksanakan pelayanan kasih kepada alam ciptaan.
- 05Mengembangkan tata kelola penggembalaan, administrasi, harta benda, dan keuangan yang dapat dipercaya.
Spiritualitas dan Nilai-Nilai
Cita-cita tersebut dilaksanakan dalam semangat kasih yang dicurahkan oleh Roh Kudus (Roma 5:5) dan seturut teladan Santa Gemma Galgani yang membuahkan nilai-nilai:
Pengurus Dewan Pastoral Paroki
R.P ROVINUS LONGA, CP (Pastor Kepala Ex Officio)
Ketua Umum 1
R.P MAURITIUS LERO, CP
Pastor Rekan
LEO PEDE
Ketua 1
YOHANES JHON FISER
Ketua 2
FIRMUS MARJUKI
Sekretaris 1
MARDIANTO
Sekretaris 2
WILHELMUS ABUR
Bendahara 1
MARGAVITA. M. ELIN
Bendahara 2
SUSTER ZITA. OSA
Bendahara 3
PETRUS AMEN
Ketua bidang Pewartaan
ALOISIUS
Ketua Bidang Persekutuan dan Tata Organisasi
MARTINUS LAWUT
Ketua Bidang Sarana dan Prasarana
ADRIO
Ketua bidang pelayanan kemasyarakatan
LUSIANUS RUDIN
Ketua Bidang Liturgi dan Peribadatan
Pusat Paroki & Stasi
Paroki Salib Suci Menyumbung mencakup 1 Pusat Paroki dan 12 Stasi yang tersebar di wilayah pelayanan.
Menyumbung
Mariangin
Sepanggang
Sengkuang
Senduruhan
Bahake
Coba
K. Ampon
Kenyabur
Teluk Songkam
Kenabung
Tanjung Bunut
Riam Perupuk
Prinsip Pelayanan Pastoral
Mengapa tim kesehatan harus ada rekoleksi?
Menyatukan ora et labora: berdoa dan bekerja.
Mengapa harus ada pengukuhan?
Supaya ada otoritas untuk melayani.
Mengapa harus bekerja sama dengan paroki dan keuskupan?
Sebagai orang beriman, mewujudkan visi dan misi Keuskupan Ketapang.
Visi & Misi Keuskupan Ketapang
Beriman, bersaudara, dan berbelaskasih.
Alamat & Kontak
Desa Menyumbung, Kecamatan Hulu Sungai
Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat
+62 822-5206-9686

















