Pada 14 September 2026, umat Paroki Salib Suci Menyumbung, Keuskupan Ketapang, Kalimantan Barat, dengan penuh sukacita dan iman merayakan Pesta Pemuliaan Salib Suci, yang sekaligus menjadi pesta pelindung paroki.
Perayaan Ekaristi menjadi kesempatan bagi seluruh umat untuk kembali menyadari makna Salib Kristus dalam kehidupan. Salib bukanlah tanda kekalahan, melainkan tanda kemenangan dan keselamatan bagi dunia. Melalui salib, Kristus menyatakan kasih-Nya yang sempurna dan memberikan diri-Nya demi keselamatan umat manusia.
Dalam permenungan iman, dua arah Salib—vertikal dan horizontal—menggambarkan relasi dan perdamaian. Arah vertikal mengingatkan manusia akan hubungan dan rekonsiliasinya dengan Allah, sedangkan arah horizontal mengajak manusia membangun hubungan kasih, persaudaraan, dan perdamaian dengan sesama serta seluruh alam semesta.
Salib juga mengingatkan bahwa manusia tidak dapat menghindari salib dalam perjalanan hidupnya. Setiap orang memiliki pergumulan, penderitaan, pengorbanan, dan tantangan masing-masing. Namun, sebagai orang beriman, kita diajak untuk tidak menyerah ketika berhadapan dengan salib kehidupan. Dengan memandang Kristus yang tersalib, kita menemukan kekuatan untuk tetap setia, berharap, mengampuni, dan terus berjalan dalam kasih.
Perayaan Pesta Pemuliaan Salib Suci ini menjadi momentum bagi seluruh umat Paroki Salib Suci Menyumbung untuk semakin menghayati iman, mempererat persaudaraan, menjaga hubungan dengan Allah, sesama, dan alam ciptaan, serta menghadirkan kasih dan perdamaian Kristus di tengah kehidupan sehari-hari.
“Dalam Salib Kristus ada kemenangan, keselamatan, kasih, dan harapan.”
Selamat merayakan Pesta Pemuliaan Salib Suci, pelindung Paroki Salib Suci Menyumbung.
Semoga Salib Kristus senantiasa menjadi sumber kekuatan dan keselamatan bagi seluruh umat. ✝️🙏






